Teknik Vokal II

Uncategorized Comments Off on Teknik Vokal II

Matakuliah Teknik Vokal II merupakanMatakuliah berurutan dengan matakuliah Teknik Vokal I,  keduanya terkait tetapi tidak mendasari, artinya, teknik Vokal I tidak menjadi prasarat untuk menempuh matkul. Teknik Vokal II. Nama Matakuliah Teknik Vokal I, pada awalnya bernama Matakuliah Tembang, sedangkan Teknik Vokal II awalnya Antawecana. Perubahan nama Matakuliah ini belum disertai perubahan TIU nya.

  • Kode Matakuliah           : MKB-04211
  • Semester                           : IV.
  • Program Studi                : S-1, Seni Tari
  • Team Pengajar               : Asmorohadi dan Darsi Pudyorini (empu sebagai narasumber), Nora Kustantina Dewi, S.Kar., M.Hum. , Darmasti, S.Kar., M.Hum., Eko Wahyu Prihantoro, S.Sn., M.Sn., Mamik Widyastuti, S.Kar., M.Sn.

Manfaat Matakuliah

Antawecana merupakan matakuliah keahlian.  Penguasaan terhadap materi akan memberi bekal pada mahasiswa dalam mencapai kompetensi penari, koreografer, peneliti tari, serta proses kreatif selanjutnya. Matakuliah Teknik Vokal II, merupakan matakuliah wajib, yang harus ditempuh oleh semua jalur, (skripsi, penyaji dan koreografer)  dengan bobot 2 sks. (2006/2007,102-103).  Berdasarkan Buku Pedoman tahun Akademik 2006/2007, matakuliah Antawecana ( Teknik Vokal II),termasuk dalam jenis matakuliah praktik. Namun isian matakuliah diharapkan dapat membekali mahasiswa dalam menempuh tugas akhirnya(kepenarian,koreografer,skripsi). Oleh karena itu perlu keseimbangan antara materi pengetahuan Antawecana dengan praktik Antawecana. Antawecana adalah dialog, bahan ajar yang akan disampaikan dalam matakuliah ini adalah dialog dalam pertunjukan wayang orang Surakarta.  Oleh karena itu, apresiasi pertunjukan wayang orang secara langsung maupun tidak langsung sangat diperlukan.  Apresiasi secara langsung dapat dilakukan di Gedung wayang orang Sriwedari Surakarta dan RRI Surakarta atau dimanapun ada pertunjukan wayang orang, sedangkan apresiasi tidak langsung dapat dilakukan dengan memanfaatkan koleksi-koleksi pustaka pandang dengar di jurusan Tari, koleksi pustaka pandang dengar ISI Surakarta (pusat), maupun di Taman Budaya Surakarta.  Apresiasi tidak langsung juga dapat dilakukan dengan mengamati audio visual tentang pertunjukan wayang orang produk Sekar Budaya Nusantara, yang lainnya.

Deskripsi Perkuliahan

Mata kuliah Teknik Vokal II, memberi bekal pemahaman dan ketrampilan mendemonstrasikan dialog tokoh dalam pertunjukan wayang orang gaya Surakarta.

Tujuan Instruksional

Kompetensi yang ingin dicapai pada mata kuliah ini adalah: setelah menyelesaikan matakuliah Teknik Vokal II, mahasiswa dapat mendemonstrasikan antawecana tokoh, engan pacak/solah tokoh yang diperankan, (sesuai dengan tafsirnya).  Kompetensi yang akan dicapai.

  1. Dapat menjelaskan ruang lingkup materi Teknik Vokal II
  2. Dapat menjelaskan macam-macam karakter, penggolongan beberapa tokoh wayang orang.
  3. Dapat menjelaskan unggah-ungguh, udanegara, dalam antawecana
  4. Dapat mendemonstrasikan antawecana tokoh dengan pacak/solah sesuai dengan karakter yang diperankan,
  5. Dapat memerankan tokoh dalam sebuah sajian frahmen.

Catatan Untuk Ujian Akhir Semester

”bagi mahasiswa putri, mendemonstrasikan karakter putri  ( lanyap, luruh, magak) atau putra alusan (luruh, lanyap,magak).

bagi mahasiswa putra, dapat mendemonstrasikan  karakter putra ( lanyap, luruh,, santak, gandem, gecul.).

Antawecana Dasar

Uncategorized Comments Off on Antawecana Dasar
TEKS ANTAWECANA
(dilakukan dalam karakter putri)
Luruh          :
Yayi Dèwi sawisé aso napasmu, asad riwému, mara diagé
matura purwa madya miwah wasasa anggoira sun utus
atur nawala marang kanjeng Rama.
Magak :
Dhuh kakang mbok jejimat pepundhèn kula nawala
sampun kawaos, sinuwun paring dhawuh, bilih sinuwun
ngersaaken kakang mbok sakadang tumuli énggal kondur
ing Praja.
Lanyap        :
Kakang mbok kinarya gegunanganing para wanita, kados
leres pangandikanipun ingkang sinuwun pancèn kedah
mekaten, awit bilih kedangon kakang mbok wonten
njawining cempuri Kraton, badhé mbebayani tumrap
kawilujenganipun kakang mbok sakadang.
Luruh         :
Yayi Dèwi, lantip panggrahitamu, mulur nalarmu, pancèn
kudu mangkono, yèn pun kakang lan siadhi ora énggal
kondur, kaya ngapa penggalihé kanjeng ibu.
Magak        :
Kasengsem dereng kaéndahan punika, pancèn raos kula
saha kakang mbok, syukur dhateng panguwaosing Gusti
kang akarya jagad, déné kula lan kakang mbok pinaringan
pancaindra kang jangkep.
Lanyap       :
Leres kakang mbok, sengsem makaten kedah mawa wates,
awit menawi mboten dipun watesi kirang prayogi, sumangga
kula dhèrèkaken kondur kakang mbok.
——————————-000000000000—————————————–
TEKS ANTAWECANA
(dilakukan dalam karakter putra)
Luruh            :
Jagat Déwa bathara ora jagat pramudhita, yayi ya géné
siadhi ora rena atimu apa ta sababé, yèn ora dadi wewadi
mara énggal matura, miwah walakaa karebèn pun kakang
bisa mèlu ngudhari reruwetmu.
Lanyap          :
Kakang mas kang sanget wicaksana ing panggrahita,
kasinggihan ing madya ratri kula nyumpena ing praja
katempuh ing prahara banjir bandhang, punika ingkang
andadosaken èmenging manah kula.
Santak          :
Adhiku dhi kadang seduluring pun kakang, impèn mono,
kembangé wong turu, ora usah di penggalih, kapara siadhi
andelna rasa panembahmu pasrahna marang
panguwasaning kang yasa jagad tartamtu siadhi antuk
pepadhang.
Gandem        :
Keparenga sumela atur nggèr bilih dipun nalar impèn
mekaten kalebet ngayawara, tumrapipun titah ingkang
kirang pitados dhumateng sasmita gaib, ing kamangka
Gusti ugi paring sasmita kanthi impèn makaten gumantung
ingkang nampi lan ngraosaken.
Luruh            :
Yayi, yèn dak nalar pancèn bener pangandikaning kadang
ira, amarga Gusti iku adoh tanpa wangenan, cedhak ora
senggolan, pasrahna baé marang hwyang pada winenang
apa dadiné lelakon iki.
Lanyap          :
Dhuh kakang mas kula inggih sampun pasrah ing
ngarsanipun Gusti wasétanipun, ananging raos kula tansah
waswas, lan melang-melang kakang mas, kados gawang-
gawang ing padhanging nétra, lelampahan ing salebeting
impèn.
Santak          :
Ha..ha….ha… ora maido déné siadhi tansah was was tegesé
siadhi durung golong rasamu lan durung pasrah sawutuhé
marang Déwa kang murba wasésa jagad.
Gandem        :
Hong tété  kala ladra manik raja déwaku, mboten maiben
kadang tasih timur dèrèng saget nampi pralambang lan
pralampita. Nanging nggèr mugi sadaya kala wau sageta
kanggé ngandelaken raos panembah tumrap ingkang yasa
jagad sak isinipun.

Keaktoran

Teknik Vokal II Comments Off on Keaktoran

Pemeran atau Aktor dalam berkarya:

Sebagai seorang aktor, masalah penampilan, bakat serta ketrampilan sangat berperan dalam mengejar prestasi. Semangat keberhasilan dalam membawakan peran pada sebuah pertunjukan dapat terwujud berdasar kemampuan fisik, penguasaan teknik, serta kecerdasan, hal ini merupakan kreatifitas seorang pemeran. . Kemampuan acting, seorang aktor harus mendayagunakan dan menyatukan secara proporsional seluruh peralatan pemerannya.

Penampilan fisik

Struktur fisik seorang aktor yang tampil di pentas sangat berpengaruh kepada kesan yang ingin ditampilkannya.  Kondisi fisik, tipe watak, sikap serta gesture seorang aktor haruslah mampu mengungkapkan karakter serta gambaran peran yang akan ditampilkannya. Sebaliknya struktur fisik tokoh yang harus dilukiskan, harus pula terungkap melalui penampilan fisik pemerannya. Aktor harus mensiasati kemungkinan peran yang dibawakan. Visualisasi karakter yang diungkap merupakan  hasil tafsir seorang aktor.   Tidak semua pemeran harus gantheng dan atletis ataupun cantik

Penampilan emosi dan intelegensi

Secara logis, seorang aktor haruslah memiliki penguasaan emosi dan intelektualitas tinggi, yang minimal memungkinkannya mempunyai kemampuan untuk mengekspresikan sesuai dengan tokoh yang dibawakan. Karena  tidak semua pemeran dapat membawakan segala macam peran. Para pemula harus belajar dari penampilan fisiknya sendiri dan mau memainkan peran yang cocok.

Penampilan kata-kata atau dialog (Antawecana)

Dialog seorang aktor ketika  tampil di atas pentas, selain membawa informasi tentang pikiran, sikap, dan respon terhadap suatu kondisi, juga harus mampu memberikan informasi tentang sikap emosi, entelegensi, usia dan kondisi fisik, serta status  sosial peran yang dilukiskannya.  Secara teknis, kontrol suara seorang aktor sangat erat hubungannya dengan kondisi fisik dan mentalnya, disamping ketrampilan mengatur peralatan suara itu sendiri. Pengaturan volume, nada, tekstur, tempo, dan diksi, pada saatnya merupakan alat  ekspresi yang utama. Kemampuan menafsirkan suatu peran akan dibatasi oleh kwalitas suara si pemeran dan fasilitas yang dimilikinya. Secara ringkas, kemunculan seorang pemain atau aktor di panggung, harus mampu memberikan hal-hal sebagai berikut:

•    Memapankan perwatakan.

•   Menunjukkan mood atau kondisi emosional yang diperankan.

•   Memapankan hubungannya dengan jalan cerita.

•   Mencerminkan kerja sama yang baik antara sesama pemeran.

Teknik Memberi Isi

Cara memberi isi pada pengucapan kalimat untuk menonjolkan emosi dan pikiran-pikiran yang terkandung dalam kalimat-kalimat dari sebuah cerita adalah:

  • dengan dinamika pengucapan kata-kata atau kalimat
  • dengan tekanan nada pada pengucapan kata-kata atau kalimat
  • dengan tekanan tempo pada pengucapan kata-kata atau kalimat.

Teknik ini merupakan salah satu cara untuk menyampaikan isi, perasaan dan pikiran dari sekumpulan kalimat.  Karena itu untuk dapat memberikan arti terhadap kalimat-kalimat yang harus diucapkan , harus diuraikan dan dianalisis lebih dulu.

  • Untuk mencapai prestasi yang optimal, si seniman tidak hanya bermodalkan kekuatan dan ketrampilan fisik serta penguasaan peralatan akspresi sepenuhnya, tetapi harus pula disertai kecerdasan, rohani yang sehat, yang mampu berdialog secara terus menerus dengan peran yang digeluti.
  • Gerak sebagai suatu kebutuhan, sebagai elemen visual, gerak dapat menciptakan efek emosional. Gerak yang ada di panggung harus mempunyai motivasi dan alasan, sesuai tuntutan lakon, karakter dan penafsiran.  Di panggung, apa yang kita lihat sama pentingnya dengan apa yang kita dengarkan.  Sebelum merespon degan kata-kata  atas rangsangan atau informasi, kita terlebih dulu mengekspresikan secara fisik sosok peran yang dibawakan. Gerak bukan satu-satunya cara mengekspresikan aksi dramatis di atas panggung atau di depan kamera, tetapi adalah salah satu yang terpenting. Bentuk ekspresi gerak yang harus didukung dengan kondisi fisik yang sehat, dimana semua otot ikut campur dengannya.
  • Kemampuan ekspresi menuntut teknik-teknik penguasaan tubuh seperti relaksasi, konsentrasi, kepekaan, kreatifitas dan kepenuhan diri (pikiran, perasaan, dan tubuh yang seimbang) seorang aktor harus terpusat pada pikirannya.  Lentur otot-ototnya sehingga dia siap siaga untuk bertindak dengan gestur-gestur yang tidak dipersiapkan terlebih dulu tetapi dengan spontan keluar dari dalam dirinya sehingga fungsi dan kwalitasnya terlihat jelas dan mengekspresikan perasaan terdalam.
  • Gerakan yang di panggung dapat menunjukkan:

– Untuk penggambaran watak peran

– Untuk menyatakan perasaan

– Untuk menarik perhatian

– Untuk efek pictorial (gambaran)

– Untuk membuat  irama dan tempo

– Untuk memberikan suasana peralihan

  • Penampilan yang baik ialah penampilan yang bisa mengakomodasi penonton untuk puas (dapat mengerti sesuatu yang disampaikan/diungkapkan), baik dari segi penglihatan maupun pendengaran.  Pertunjukan yang baik adalah keseimbangan antara kondisi hanyut dibawa ilusi dan kesadaran yang simultan, dengan menemukan nilai-nilai artistic, spiritual dan emosional yang dapat memberikan pencerahan bagi penonton melalui sebuah pergelaran.

Pemeran tokoh dalam pertunjukan/teater dikatakan aktor/aktris. Menjadi aktor harus memahami tokoh yang akan diperankan.

Kontrak Perkuliahan

Teknik Vokal II Comments Off on Kontrak Perkuliahan

Mata kuliah ini mempelajari teknik penyuaraan dalam memerankan karakter tokoh pada pertunjukan/teater.

Hello world!

Uncategorized Comments Off on Hello world!

Welcome to Berpacu dlm Kreatifitas dan Prestasi. Ini adalah halaman pertama posting. Revisi atau hapus halaman ini, kemudian silahkan ngeblog dan saatnya ISI Surakarta mendunia lewat dunia maya….

UPT. Pusat Informatika (PUSTIKA) ISI Surakarta


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in